Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan!

Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan! - Hallo sahabat KEPONEWS | Kumpulan Berita Fresh & Kekinian, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan!, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan

Artkikel ,

yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan!
link : Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan!

BACA JUGA :

bandar sakong online

Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan!

Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan!

Tradisi pelepasan balon udara di kawasan Pulau Jawa masih dilakukan. Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) menegaskan balon udara yang dilepaskan itu berbahaya bagi keselamatan penerbangan.

Corporate Secretary AirNav Indonesia Didiet K S Radityo mengatakan, di hari pertama Idul Fitri 2018 saja, sudah ada 71 laporan dari pilot yang bertemu dengan balon udara di ketinggian yang sama dengan jalur penerbangan.

“Pada 15 Juni saja kami sudah menerima 71 laporan dari pilot yang bertemu dengan balon udara di rute yang dilintasi pesawat. Kondisi ini sangat membahayakan penerbangan nasional yang tingkat keselamatannya terus membaik dan mendapat apresiasi dunia internasional,” ujar Didiet dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (16/6/2018).

Didiet menjelaskan laporan dari pilot tersebut mayoritas berada di atas Pulau Jawa dan sebagian Kalimantan. Akibatnya, banyak pilot yang meminta berpindah rute ataupun ketinggian terbang demi menghindari balon udara tersebut karena sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan.

“Bahkan beberapa pilot bertemu dengan lebih dari satu balon udara. Kondisi ini sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan,” tutur Didiet.

AirNav sendiri, lanjut Didiet, sudah menerbitkan Notice to Airmen (Notam) mengenai balon udara agar pilot waspada. “Saat pagi kami menerima sejumlah laporan, kami segera menerbitkan Notam agar penerbang waspada. Kami juga menghindari beberapa area yang banyak balonnya,” terang Didiet.

Didiet menambahkan balon udara tanpa awak dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Sebab, bisa terjadi tabrakan dengan pesawat udara dan mengakibatkan terganggunya fungsi primary flight control surfaces, ailerons, elevator, serta rudder pada pesawat sehingga mengganggu fungsi aerodinamika dan kemudi pesawat. Selain itu, balon udara tersebut dapat mengakibatkan kerusakan serius pada mesin pesawat.

Karena bahaya itulah Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Peraturan Menteri No 40 Tahun 2018 mengenai balon udara tradisional.

“Pemerintah telah mengakomodasi tradisi masyarakat dengan mengeluarkan aturan agar balon ditambatkan dan tidak dilepas. AirNav sendiri akan menggelar festival di Wonosobo dan Pekalongan untuk balon tradisional yang ditambatkan. Kalau tidak ditambatkan, maka itu berbahaya dan bisa dipidana,” jelasnya.

Didiet pun mengimbau masyarakat tidak melepas balon udara. “Apalagi saat ini banyak saudara-saudara kita yang mudik dan menggunakan pesawat. Bisa dibayangkan kalau mereka menghadapi bahaya. Kami mengajak masyarakat untuk menjalankan tradisi dengan bertanggung jawab dan tidak mengorbankan keselamatan orang lain,” tutur Didiet.

bandar sakong online

Demikianlah Artikel Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan!

Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Membaca Artikel Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan! kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Airnav: Pelepasan Balon Udara Bahayakan Keselamatan Penerbangan!
dengan alamat link http://keponews.net/airnav-pelepasan-balon-udara-bahayakan-keselamatan-penerbangan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *