Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus

Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus - Hallo sahabat KEPONEWS | Kumpulan Berita Fresh & Kekinian, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan

Artkikel , , , ,

yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus
link : Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus

bandar sakong online

BACA YANG INI JUGA :

  • Sandiaga Uno dan Retorika Santri Post-Islamisme
  • Petinggi Parpol Koalisi Dampingi Prabowo – Sandiaga Tes Kesehatan di RSPAD
  • Puluhan Purnawirawan Jenderal TNI Mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin
  • Tes Kesehatan Jokowi-Ma’ruf, RSPAD: Kami Pakai Peralatan Standar Tinggi
  • Ikuti Tes Kesehatan, Jokowi dan Ma’ruf Amin Didampingi Anak
  • Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus

    Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyulut polemik setelah menyebut Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus.

    Jakarta, KEPO NEWS — Koalisi yang digalang Prabowo Subianto diambang keretakan. Pemicunya adalah pernyataan politikus Demokrat, Andi Arief, yang menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus.

    Andi Arief adalah politikus yang lahir dari rahim reformasi. Pengalaman Andi Arief sebagai aktivis pro demokrasi sedikit banyak membentuk gaya politiknya saat ini.Dia memang bukan politikus karbitan. Pada 1998 silam, Andi termasuk salah satu dari belasan aktivis mahasiswa yang diculik karena dianggap membahayakan rezim Orde Baru.

    Tim Mawar beranggotakan sejumlah personel Kopassus diduga menjadi dalang penculikan aktivis dan mahasiswa. Kebetulan, Prabowo adalah Komandan Jenderal Kopassus kala itu.

    Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi (SMID) adalah salah satu organisasi yang menaungi aktivitas politik Andi Arief pada tahun-tahun menjelang keruntuhan rezim Orde Baru. Ia tercatat pernah menjadi Ketua SMID pada 1996.
    SMID sendiri bukan organisasi ecek-ecek. Di eranya, organisasi ini dikenal sangat aktif menggalang aksi demonstrasi menolak pemerintahan Soeharto. SMID juga salah satu organisasi yang menggagas terbentuknya Partai Rakyat Demokratik (PRD).

    Sejumlah pengamat menyebut PRD sebagai salah satu lokomotif utama yang menggerakkan perlawanan mahasiswa dan rakyat terhadap rezim Orde Baru. Tak heran, menjelang dan selama reformasi, ada banyak aktivis SMID dan PRD yang menjadi korban penculikan Tim

    Ketum Gerindra Prabowo Subianto menyambangi kediaman SBY. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

    Andi diculik di Lampung, 28 Maret 1998 atau hanya dua bulan menjelang jatuhnya Soeharto dari kursi presiden. Aktivis SMID dan PRD yang juga diculik saat itu antara lain Suyat, Nezar Patria, dan Mugiyanto.

    Bersama sejumlah rekannya, Andi termasuk salah satu yang dilepaskan. Sementara beberapa rekan Andi yang lain belum diketahui nasibnya sampai saat ini.

    Jatuhnya Soeharto dan kekalahan PRD pada Pemilu 1999 menjadi fase baru dalam karier politik Andi.

    Tahun-tahun menjelang pemilu 2004, Andi terpantau merapat ke kubu Susilo Bambang Yudhoyono. Dia memimpin sebuah organisasi relawan yang bertujuan memenangkan pasangan SBY-JK saat itu.

    Keputusan Andi mendukung SBY sempat mendapat sorotan lantaran SBY saat aktif di militer beberapa kali dikaitkan dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM.

    Andi bergeming. Dukungannya bahkan turut menyumbang kemenangan bagi SBY.

    Kariernya pun semakin moncer. Dia pernah didapuk oleh SBY sebagai Komisaris PT Pos Indonesia. Andi juga pernah menjadi staf khusus Presiden SBY sampai akhirnya kini dipercaya sebagai Wakil Sekjen Partai Demokrat.

    Kini Andi kembali mendapat sorotan. Dia menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus. Sebutan itu lantaran batalnya pertemuan Prabowo dan SBY yang sedianya digelar pada Rabu (7/8) malam.

    Andi menyebut batalnya pertemuan lantaran Prabowo telah memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya di Pilpres 2019. Andi menuding keputusan Prabowo itu karena mendapat uang dari Sandiaga Uno.

    “Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS,” kata Andi lewat akun @AndiArief.

     

     

    bandar sakong online

    Demikianlah Artikel Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus

    Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Membaca Artikel Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

    Anda sekarang membaca artikel Andi Arief, Aktivis 98 yang Labeli Prabowo Jenderal Kardus
    dengan alamat link http://keponews.net/andi-arief-aktivis-98-yang-labeli-prabowo-jenderal-kardus/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *