DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau

DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau - Hallo sahabat KEPONEWS | Kumpulan Berita Fresh & Kekinian, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan

Artkikel , , , ,

yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau
link : DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau

BACA JUGA :

bandar sakong online

DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau

DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau

– Tiga terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bersama dengan Polda Riau di kampus Universitas Riau menargetkan peledakan di Gedung DPR RI dan DPRD Provinsi Riau.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan akan diledakkan di DPRD dan DPR RI,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Nandang dalam keterangan pers di Pekanbaru, Sabtu (2/6) malam seperti dikutip dari¬†Antara.

Tiga terduga teroris masing-masing berinisial Z, D, dan K ditangkap tim gabungan di Gedung Gelanggang Mahasiswa, FISIP, Universitas Riau, pada sore harinya.

Nandang menyatakan tiga terduga tersebut merupakan alumni dari kampus tersebut.

“Tersangka berinisial D alumni jurusan Administrasi negara, K alumni tahun 2004 jurusan Ilmu Komunikasi, dan Z alumni tahun 2005 jurusan Pariwisata Fakultas ilmu sosial dan Ilmu politik Universitas Riau,” tutur Nandang.

Dari tangan ketiganya, polisi menyita empat unit bom rakitan yang menurut Nandang memiliki daya ledak tinggi. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah serbuk-serbuk bahan pembuat bom dari gelanggang mahasiswa FISIP Unri yang sejatinya merupakan sekretariat bersama kelembagaan mahasiswa tersebut.

Nandang menjelaskan ketiga terduga teroris itu sengaja menggunakan kampus untuk menutupi jejak mereka, terutama dalam merakit bom.

“Kebetulan barang bukti ini dirakit di Sekretariat Kelembagaan Gelanggang Mahasiwa. Mereka numpang tidur di mes Mapala Sakai selama sebulan (selama perakitan bom),” ujarnya.

Penyelidikan Dua Pekan

Nandang mengatakan jajarannya mulai mendeteksi keberadaan terduga teroris sejak dua pekan terakhir sebelum melakukan penggerebekan.

“Dua minggu sudah (mulai) dilidik (penyelidikan),” kata Nandang .

Awalnya, kata dia, Polda Riau bersama dengan Densus 88 setelah mendapat cukup bukti bermaksud melakukan penggerebekan tersebut pada hari Jumat (1/6). Namun, penggerebekan itu urung dilakukan atas dasar beberapa pertimbangan.

“Baru bisa dilakukan hari Sabtu,” ujarnya.

Sebelum melakukan penggerebekan, polisi terlebih dahulu telah mengumpulkan data terkait dengan siapa, bagaimana, dan bentuk aktivitas mencurigakan di perguruan tinggi negeri terbesar di Riau tersebut.

“Setelah memperoleh data awal akurat, tentang siapa, bagaimana, akan lakukan apa, sudah diketahui sedari awal, baru digerebek,” katanya.

Densus 88 Antiteror bersama Gegana Polda Riau, Sabtu siang, menggerebek Gedung Gelanggang Mahasiswa, yang berlokasi di kampus Universitas Riau. Penggerebekan melibatkan personel Brimob bersenjata lengkap dan Gegana serta Inafis.

Berkaitan penggerebekan di kampus tersebut polisi menggunakan senjata, menurut dia, yang digerebek bukan pencuri ayam, melainkan pelaku kejahatan ‘extraordinary‘ dan meresahkan.

Ia mengatakan bahwa polisi hingga saat ini masih terus memintai keterangan para terduga teroris tersebut, termasuk mendalami afiliasi jaringan mereka.

 

 

3 Orang terduga Teroris ditangkap di Kampus UNRI

 

bandar sakong online

Demikianlah Artikel DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau

Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Membaca Artikel DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel DPR dan DPRD Menjadi Target Bom Teroris Riau
dengan alamat link http://keponews.net/dpr-dan-dprd-menjadi-target-bom-teroris-riau/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *