Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas

Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas - Hallo sahabat KEPONEWS | Kumpulan Berita Fresh & Kekinian, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan

Artkikel , , ,

yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas
link : Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas

BACA JUGA :

bandar sakong online

Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas

Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas

KEPO NEWS – Presiden Joko Widodo alias Jokowi bertemu dengan sejumlah akademisi politik dan pimpinan lembaga survei, Kamis (31/5) sore. Pertemuan itu diisi dengan berbagai saran soal kenegaraan.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan pertemuan itu digelar karena Presiden Jokowi ingin mendengar masukan dari pengamat politik mengenai isu terkini.

“Kalau yang senior lebih banyak [memberi masukan] terkait sistem efektivitas hubungan parlemen dan presiden, termasuk masalah masalah hoaks dan pemerintah atau Presiden,” kata dia, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/5).

Di tempat yang sama, Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan pertemuan itu juga dihadiri pakar dari sejumlah universitas guna memberi masukan kepada Presiden.

Di antaranya, Edy Prasetyono, Hamdi Muluk, Malik Gismar, Valina Singka Subekti (Universitas Indonesia), Ari Sudjito (Universitas Gadjah Mada), Ramlan Surbakti (Universitas Airlangga), dan Syamsuddin Haris (LIPI).

“Kasih masukan sesuai bidang masing-masing. Ramlan Surbakti kasih masukan efektivitas pemerintahan daerah, Pak Syamsuddin Haris mengenai partai politik, Bu Valina mengenai partai politik,” tutur Qodari.

Meski pertemuan dilakukan bersama sejumlah lembaga survei, Qodari membantah jika pertemuan terkait persiapan Presiden Jokowi melangkah termasuk elektabilitas dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Enggak ada. Enggak ada,” tandasnya.

Setelah menerima peserta Aksi Kamisan, Presiden Joko Widodo menerima lembaga survei, pengamat politik, hingga akademisi. Pertemuan ini membahas perkembangan politik.

“Ramlan Surbakti tadi kasih masukan mengenai efektivitas pemerintahan daerah, Pak Syamsudin Haris mengenai partai politik, Bu Valina juga mengenai partai politik, Ari Sujito dari UGM mengenai pemerintahan desa. Macam-macam sih tergantung lembaga survei,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).

Lembaga survei yang diundang antara lain Indo Barometer, CSIS, Charta Politika, dan Poltracking. Lembaga think tank juga diundang Jokowi. Qodari membantah pertemuan itu membahas elektabilitas capres 2019.

Sementara itu, Direktur Perludem Titi Anggraini memberikan masukan soal hak pilih warga untuk pilkada dan pemilu. Titi juga memberikan masukan mengenai ketersediaan e-KTP sebagai syarat pemilih.

Itu sudah saya sampaikan dan Pak Presiden memberikan respons yang baik dengan menggunakan cara-cara yang optimal dengan memastikan e-KTP tersedia untuk semua warga negara,” tuturnya.

bandar sakong online

Demikianlah Artikel Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas

Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Membaca Artikel Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Jokowi Undang Lembaga Survei hingga Pakar Politik, Ini yang Dibahas
dengan alamat link http://keponews.net/jokowi-undang-lembaga-survei-hingga-pakar-politik-ini-yang-dibahas/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *