Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi

Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi - Hallo sahabat KEPONEWS | Kumpulan Berita Fresh & Kekinian, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan

Artkikel , , ,

yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi
link : Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi

bandar sakong online

BACA YANG INI JUGA :

  • Naik Podium Bersama di Asian Para Games, 3 Pelari Indonesia Terkejut
  • 6 Fakta Miris di Balik Tewasnya Haringga Sirila Dikeroyok Bobotoh
  • Persib Tabur Bunga untuk Haringga Sirila di Stadion GBLA
  • Ribuan Orang Ramaikan Parade Momo Sambut Asian Para Games 2018
  • Jalan Terang Caleg Eks Koruptor di Pemilu 2019
  • Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi

    Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi

    Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

     

    Jakarta, KEPO NEWS – Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mempertanyakan makna kearifan lokal yang dipahami oleh pihak-pihak yang menyindir gaya berpakaian Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Dia mempertanyakan, mengapa pihak-pihak yang menyindir AHY tidak bersuara ketika Presiden Joko Widodo mengendarai sepeda motor jenis Chopper dan mengenakan jaket berbahan jins serta sepatu jenis sneakers.

    Ferdinand juga mempertanyakan, apakah barang-barang yang pernah digunakan atau dipakai Jokowi itu masuk dalam kategori kearifan lokal.

    “Pertanyaannya ke mana mereka ketika Jokowi beli Chooper yang katanya ekonomi kreatif? Kearifan lokal mana Chooper? Atau di mana mereka ketika Jokowi pakai jaket jins naik Chooper atau pakai sepatu sneakers?” kata Ferdinand kepada KEPO NEWS , Kamis (14/6).

    Chooper Royald Enfield 350 cc, adalah kendaraan yang dipakai Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat pada April lalu. Saat itu dia meninjau program padat karya tunai sekaligus mengenalkan kawasan wisata Pelabuhan Ratu.

    Sebelumnya, Jokowi memutuskan membeli sebuah sepeda motor custom bergaya chopperland.


    Roda dua berwarna emas yang dibeli Jokowi seharga Rp140 juta itu merupakan hasil kolaborasi rumah modifikasi Kick Ass Chopper dan Elders Garage.

    Pemilik Elders Garage Anka menjelaskan, bahwa basis chopper kepunyaan Jokowi adalah Royal Enfield Bullet 350 produksi 2016 dirakit di India yang datang ke Indonesia dalam bentuk utuh (completely built up/CBU).

    Ketika mendapat sentuhan modifikasi dari tangan-tangan anak bangsa, konten lokal sepeda motor custom itu mencapai 75 persen. Sementara bagian mesin masih bawaan pabrikan Royal Enfield dan suspensi depan produk aftermarket.

    Presiden Jokowi mengendarai sepeda motor menuju Pelabuhan Ratu.

     

    Pernyataan Ferdinand sendiri menanggapi warganet yang ramai membicarakan sebuah poster yang beredar di media sosial Twitter.

    Poster itu menampilkan wajah AHY dengan tulisan ‘Pemimpin Milenial Harus Pahami Potensi Sektor Ekonomi Kreatif & Menghargai Kearifan Lokal’ beserta tagar #JanganDiam dan #DoSomething.

    AHY tampak memakai peci hitam, kemeja biru, celana abu-abu dengan sabuk hitam berkopel LV. ‘LV’ dikenal sebagai singkatan dari Louis Vuitton, yang merupakan merek asal Perancis. Logo ‘Demokrat S14p’ dan ‘AHY For All’ pun terpajang dalam poster tersebut.

    Menurut Ferdinand kearifan lokal tidak harus selalu dimaknai dengan menggunakan barang-barang buatan dalam negeri.

    Kearifan lokal, lanjutnya adalah segala potensi yang dimiliki suatu daerah yang harus digunakan dan dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat setempat atau penduduk lokal.

    “Kearifan lokal harus dijadikan sumbu utama ekonomi kreatif untuk meningkatkan ekonomi setempat,” ucap Ferdinand.

    Menurutnya, kampanye kearifan lokal yang disampaikan AHY terletak pada pokok pikiran agar dipahami dan menjadi sebuah kebijakan.

    Artinya, lanjut Ferdinand, AHY tidak sedang kampanye atau mengiklankan produk lokal saat menyampaikan hal tersebut, sehingga gaya berpakaian AHY dengan gesper produk luar negeri tidak masalah.

    Dia mengatakan, kritik pada hal-hal yang tidak substantif tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Menurutnya, kritik seharus dilayangkan terhadap gagasan, bukan gaya berpakaian seseorang.

    “Jangan terlalu lebay mengkritik yang tidak substantif atau mengkritik pribadi seseorang. Kalau mau kritik, kritik saja gagasannya, adu debat, bukan ngomongin sabuk dan baju,” tuturnya.

     

     

    bandar sakong online

    Demikianlah Artikel Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi

    Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Membaca Artikel Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

    Anda sekarang membaca artikel Kontroversi Sabuk ‘LV’ AHY Versus Tunggangan Chooper Jokowi
    dengan alamat link http://keponews.net/kontroversi-sabuk-lv-ahy-versus-tunggangan-chooper-jokowi/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *