Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung

Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung - Hallo sahabat KEPONEWS | Kumpulan Berita Fresh & Kekinian, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan

Artkikel , , , , ,

yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung
link : Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung

bandar sakong online

BACA YANG INI JUGA :

  • Semburan Api dari Pipa Gas Chevron Berhasil Dipadamkan
  • Jalan Terang Caleg Eks Koruptor di Pemilu 2019
  • Gunung Anak Krakatau Masih Keluarkan Lava, Masyarakat Dilarang Mendekat
  • Beroperasi di 2019, Tol JORR 2 Bisa Geliatkan Ekonomi Wilayah Sekitar
  • Pesan Suara Rizieq Shihab dalam Ijtima Ulama II
  • Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung

    Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung

     

    Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Pada hari keempat pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan belum menemukan bangkai kapal dan korban yang hilang, diduga kapal mengangkut sekitar 193 penumpang berdasarkan laporan yang masuk dari masyrakat.
    Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Pada hari keempat pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan belum menemukan bangkai kapal dan korban yang hilang, diduga kapal mengangkut sekitar 193 penumpang berdasarkan laporan yang masuk dari masyrakat.
    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi (kanan) menyampaikan pernyataan resmi mengenai kecelakaan Kapal Motor Sinar Bangun di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/6/2018). KM Sinar Bangun yang mengangkut sekitar 128 orang penumpang tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara pada Senin (18/6/2018).
    Hotna Saragih (38) yang mengaku penumpang KM Sinar Bangun yang selamat, menangis saat akan menaburkan bunga di Danau Toba, di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Tabur bunga tersebut sebagai bentuk duka cita sekaligus doa agar penumpang KM Sinar Bangun lainnya selamat dan dapat ditemukan termasuk dua kerabatnya.
    Hotna Saragih (38) yang mengaku penumpang KM Sinar Bangun yang selamat, menangis saat akan menaburkan bunga di Danau Toba, di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Tabur bunga tersebut sebagai bentuk duka cita sekaligus doa agar penumpang KM Sinar Bangun lainnya selamat dan dapat ditemukan termasuk dua kerabatnya.
    Umat Kristiani keluarga penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam, berdoa saat melaksanakan ibadah di posko Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Hingga hari keempat pascatenggelamnya KM Sinar Bangun, dilaporkan sebanyak 193 penumpang hilang, 18 orang selamat dan tiga orang lainnya tewas.
    Keluarga penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam, menangis saat mendatangi posko Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Hingga hari keempat pascatenggelamnya KM Sinar Bangun para keluarga penumpang terus berdatangan untuk mencari informasi.
    Keluarga menunjukan foto Ledikson Nainggolan (kedua kiri) bersama keluarganya yang menjadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, di rumah duka Jalan H Ahyar, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (21/6/2018). Ledikson Nainggolan bersama istri dan ketiga anaknya menjadi korban insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara pada (18/6/2018), yang hingga saat ini belum ditemukan.
    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kelima kanan) KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji (kelima kiri) dan Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi (keenam kanan) memberi keterangan kepada wartawan saat meninjau kawasan tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Peninjauan tersebut selain melihat secara langsung pencarian KM Sinar Bangun beserta penumpangnya yang hilang, juga berencana mendatangkan alat canggih milik TNI AL guna dilibatkan dalam pencarian itu.
    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kanan) didampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi (kanan) dan Bupati Simalungun JR Saragih (ketiga kanan) berada di kapal motor saat meninjau kawasan tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Peninjauan Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tersebut selain melihat secara langsung pencarian KM Sinar Bangun beserta penumpangnya yang hilang, juga berencana mendatangkan alat canggih milik TNI AL guna dilibatkan dalam pencarian itu.

     

    JAKARTA, KEPO NEWS – Badan Nasional Penyelamatan dan Pertolongan atau Basarnas menyatakan serius dan optimal dalam melakukan pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara.

    Basarnas menjadi penanggung jawab pencarian para korban.

    Dalam pencarian ini, kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi, pihaknya dibantu oleh TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan masyarakat setempat.

    Basarnas menurunkan 70 personil termasuk adalah Basarnas Special Group (BSG) yang mempunyai kemampuan menyelam hingga kedalaman tertentu.

    Sejumlah peralatan pun digunakan Basarnas untuk melakukan pencarian.

    “Kami menggunakan suatu alat yang dinamakan Remoted Operated Underwater Vehicle (ROV) yang bisa mendeteksi di dalam air dan portable,” ujar Syaugi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (20/6/2018).

    Syaugi mengungkapkan, karena musibah tersebut terjadi di danau, Basarnas tak bisa menggunakan alat yang besar. Basarnas sendiri memiliki kapal dan ROV besar, namun tidak bisa dibawa ke danau.

    Para penyelam juga dilengkapi peralatan yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pencarian di dalam air dan untuk dapat mengangkut korban.

    Alat yang dinamakan rotinor itu memungkinkan seorang penyelam mengangkut 6 orang korban.

    “Alat itu dinamakan rotinor yang punya kecepatan tertentu sehingga bisa membawa penyelam beserta korban dengan mudah di dalam air,” ungkap Syaugi.

    Penyelam juga dilengkapi alat yang dinamakan jet booth. Syaugi menjelaskan, alat itu ditempel di pinggang penyelam dan berfungsi untuk mempercepat pergerakan penyelam di dalam air.

    KM Sinar Bangun tenggelam pada Senin (18/6/2018) pukul 17.15. Kapal motor tersebut tenggelam setelah meninggalkan dermaga sejauh 500 meter.

    Pada saat peristiwa itu terjadi, cuaca dalam kondisi hujan deras disertai angin kencang dan petir. Ketinggian gelombang diperkirakan hingga mencapai 2 meter. SAKINAH RAKHMA DIAH SETIAWAN

    bandar sakong online

    Demikianlah Artikel Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung

    Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Membaca Artikel Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

    Anda sekarang membaca artikel Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terus Berlangsung
    dengan alamat link http://keponews.net/pencarian-korban-tenggelamnya-km-sinar-bangun-terus-berlangsung/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *