POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA..

POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA.. - Hallo sahabat KEPONEWS | Kumpulan Berita Fresh & Kekinian, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA.., kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan

Artkikel , , , , ,

yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA..
link : POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA..

bandar sakong online

BACA YANG INI JUGA :

  • Beroperasi di 2019, Tol JORR 2 Bisa Geliatkan Ekonomi Wilayah Sekitar
  • Presiden Jokowi Tiba di Negeri K-Pop Korea Selatan
  • Bus Maut di Sukabumi 2 Tahun Tak Uji Kir, Ini Kata Kemenhub
  • Kebakaran Hutan di Gunung Lawu Berhasil Dipadamkan
  • TNI Buat Rumah Berbiaya Rp 17 Juta untuk Korban Lombok
  • POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA..

    POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA..

    AGEN BANDARQ TERPERCAYA

    KEPO NEWS – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengecam tindakan polisi di wilayah Aceh Utara yang melakukan penangkapan dan penahanan sejumlah waria, memangkas paksa rambut mereka, dan menutup salon tempat mereka bekerja.

    Komisioner Pendidikan & Penyuluhan Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyebut tindakan itu merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan peraturan. “Semua warga negara harus mendapat perlindungan hak asasinya. Dan semua warga negara harus mendapat perlakuan yang sama,” kata Beka kepada BBC, Senin (29/01).

    Beka mengatakan Komnas HAM akan meminta klarifikasi kepada Kapolda Aceh terkait peristiwa tersebut.

    Kepolisian Aceh Utara dan Polisi Syariah Wilayatul Hisbah menangkap sejumlah waria dikawasan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye, pada Sabtu malam (27/1).

    Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji mengatakan penangkapan tersebut dilakukan karena Pelaksanaan Operasi Pekat (penyakit masyarakat), dalam rangka penertiban waria yang disebutnya semakin meresahkan warga.

    Seluruh 12 orang waria ditangkap, dan lima salon yang mempekerjakan mereka juga sudah diberi garis polisi. “Pengamanan sejumlah waria tersebut bedasarkan laporan dari keresahan warga sekitar yang takut jika anaknya juga ikut terperosok menjadi laki-laki yang tidak normal,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji, seperti dilaporkan wartawan di Aceh, Hidayatullah.

    AGEN BANDARQ TERPERCAYA

    AKBP Untung Sangaji mengatakan, setelah mengamankan sejumlah waria tersebut, pihaknya juga memotong paksa rambut mereka serta melepas semua pakaian perempuan yang dikenakan waria, lalu setelah itu digantikan dengan pakaian laki-laki.

    “Mereka kita tahan selama tiga hari untuk diberikan pembinaan, tadi malam saya lihat mereka semua mampu berprilaku dengan baik seperti laki-laki normal, kita harapkan pembinaan ini memberikan hasil yang baik,” jelas Kapolres Aceh Utara Untung Sangaji.

    Namun berdasarkan hasil tes urine dan pemeriksaan yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian, hingga saat ini belum ditemukan tindak pidana maupun pelanggaran syariat Islam yang dilakukan sejumlah waria, lapor wartawan Banda Aceh, Hidayatullah untuk BBC Indonesia, minggu (28/1/2018).

    Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Munawar A Djalil melalui saluran telpon mengatakan, penjatuhan hukum jinayat hanya diberikan atas perbuatan maksiat, misalnya terbukti atas perbuatan homo seksual, lesbian, berjudi, mabuk-mabukan, berzina dan berduan dengan yang bukan muhrim.”Jika tidak terbukti atas tindakan tersebut, akan diberikan pembinaan agar terjauh dari perbuatan maksiat,” kata Kadis Syariat Islam, Munawar A Djalil.

    AGEN BANDARQ TERPERCAYA

    ‘Melanggar aturan perlindungan minoritas’

    Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menilai penangkapan yang dilakukan kepolisian Aceh Utara ini melanggar aturan internal kepolisian itu sendiri. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia no. 8 tahun 2009 mencantumkan tugas polisi untuk melindungi hak khusus kelompok minoritas, termasuk dalam hal orientasi seksual.

    “Kalau dilihat dari foto-foto dan berbagai informasi yang ada jelas melanggar aturan Kapolri,” ujar Beka.

    AGEN BANDARQ TERPERCAYA

    Kendati Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji mengklaim operasi yang dilakukannya berawal dari keresahan warga, Beka menekankan bahwa selama tidak undang-undang yang dilanggar oleh sekelompok orang, tidak boleh ada perlakuan di luar hukum. “Dan seharusnya kan posisi kepolisian melindungi warga yang rentan,” ia menambahkan.

    Penangkapan terhadap kelompok transgender bukan pertama kali terjadi di Aceh. Sebelumnya pada Desember 2017, tujuh orang waria ditangkap usai berpesta dalam rangka merayakan ulang Tahun salah satu waria di Hotel berbintang lima di Kota Banda Aceh.

    bandar sakong online

    Demikianlah Artikel POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA..

    Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Membaca Artikel POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA.. kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

    Anda sekarang membaca artikel POLISI TELAH MENANGKAP PAKSA 12 WARIA YANG DI ACEH DAN MENCUKUR PAKSA RAMBUT MEREKA..
    dengan alamat link http://keponews.net/polisi-telah-menangkap-paksa-12-waria-yang-di-aceh-dan-mencukur-paksa-rambut-mereka/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *