Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi

Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi - Hallo sahabat KEPONEWS | Kumpulan Berita Fresh & Kekinian, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan

Artkikel ,

yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi
link : Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi

bandar sakong online

BACA YANG INI JUGA :

  • Sandiaga Uno dan Retorika Santri Post-Islamisme
  • Petinggi Parpol Koalisi Dampingi Prabowo – Sandiaga Tes Kesehatan di RSPAD
  • Puluhan Purnawirawan Jenderal TNI Mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin
  • Tes Kesehatan Jokowi-Ma’ruf, RSPAD: Kami Pakai Peralatan Standar Tinggi
  • Ikuti Tes Kesehatan, Jokowi dan Ma’ruf Amin Didampingi Anak
  • Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi

    Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi

    KEPO NEWS – Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy membantah pernyataan bahwa partai-partai koalisi pendukung presiden Jokowi telah sepakat calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang harus berasal dari partai politik.

    Romahurmuziy yang kerap disapa Romy mengatakan tidak ada kesepakatan itu. Selain itu, Romy mengaku selama ini belum pernah ada pertemuan antara Jokowi dan partai-partai yang akan mendukungnya di Pilpres tahun depan.

    Ia menjelaskan, selama ini Jokowi memang sudah melakukan beberapa pertemuan dengan sejumlah partai, tetapi belum pernah secara bersama-sama dengan seluruh partai pengusung.

    
”Yang ada adalah pertemuan-pertemuan bilateral antara PPP dengan Pak Jokowi, mungkin PKB dengan Pak Jokowi, mungkin partai lain dengan Pak Jokowi,” kata Romy usai menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman pemilik Trans Corp, Chairul Tanjung, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6).

    
Lebih lanjut, Romy menyatakan saat ini partai-partai masih fokus untuk memenangkan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan akhir bulan ini. Ia mengatakan, setelah Pilkada berakhir barulah partai-partai koalisi pendukung Jokowi akan berkumpul untuk membahas hal-hal terkait Pilpres, termasuk soal cawapres.

    “Nanti setelah tanggal 27 Juni baru kita akan duduk bersama,” ujar Romy.

    Sebelumnya, sejumlah media memberitakan bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan koalisi partai pendukung Jokowi sudah sepakat bahwa cawapres yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 harus berasal dari partai politik. 
Muhaimin atau yang sering disapa Cak Imin mengungkapkan hal itu pada acara buka puasa bersama di Masjid Baiturrahman yang berada di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa lalu (29/5).

     

     

     

    MENGEJUTKAN!! TIBA-TIBA ROMI BEBERKAN DUET JOKOWI-PRABOWO

     

    Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, mengungkapkan utusan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menemui Joko Widodo pada Selasa (27/3). Utusan Prabowo itu menanyakan kemungkinan Prabowo menjadi calon wakil presiden dari Joko Widodo.

    “Pak Jokowi kemudian menyampaikan hari Selasa kemarin, pak Prabowo masih mengirimkan utusan untuk menanyakan kemungkinan menjadi wapres,” kata Romi di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4).

    Romi menanyakan kepada Jokowi soal permintaan tersebut. Jokowi, kata Romi, mengaku tidak bisa memberikan jawaban dan harus meminta persetujuan pimpinan partai-partai pendukungnya.

    “Jadi saya hanya bisa mengatakan beri waktu. Ternyata pak Prabowo menginginkan jawabannya segera. Sehingga memang waktu itu sampai hari ini belum ada,” ujarnya.

    Sebelum pertemuan terakhir, Prabowo ternyata pernah dua kali bertemu Jokowi pada November 2017 lalu. Dalam pertemuan itu, kata Romi, Prabowo juga sempat meminta untuk bersanding sebagai calon wakil presiden Joko Widodo.

    “Dan pada saat itu Pak Prabowo saat itu menyampaikan dalam pertemuan terakhir di bulan November itu. ‘Saya merasa sangat terhormat di akhir perjuangan saya bisa dipinang sebagai wakil presiden’,” ungkapnya.

    Jokowi menanyakan kepada Romi soal rencana menggandeng Prabowo sebagai cawapres Pilpres 2019 mendatang. Saat itu, Romy langsung mengatakan setuju. Padahal, semua pimpinan partai pendukung Jokowi tak ada yang setuju dengan rencana tersebut.

    “Saya langsung bilang setuju,” tegas Romi.

    Romi mengungkapkan alasan dirinya setuju duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019. Pertama bergabungnya Jokowi-Prabowo akan terjadi aklamasi nasional. Kedua, untuk menjaga keutuhan bangsa.

    Sebab berkaca pada pertarungan antara Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2014, rakyat Indonesia terbagi menjadi dua kubu yang saling berkelahi dan mencaci maki. Kondisi itu terjadi dalam waktu lama.

    Alasan selanjutnya adalah memberikan pendidikan bahwa seorang pemimpin itu tidak harus saling menjatuhkan tetapi bisa juga saling membutuhkan.

    “Karena semua survei kaau jokowi prabowo bersatu maka di atas 70 persen,” tuturnya.

    bandar sakong online

    Demikianlah Artikel Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi

    Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Membaca Artikel Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

    Anda sekarang membaca artikel Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi
    dengan alamat link http://keponews.net/romi-bantah-kabar-kesepakatan-koalisi-soal-cawapres-jokowi/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *